TUGAS REPORT 5
MUHAMMAD IBN ZAKARIA AL-RAZI
Abu Bakr Muhammad ibn Zakaria ibn Yahya al-Razi lahir di Rayy, pada tanggal
satu sya’ban tahun 251 H/865 M. Di kota kelahirannya, al-Razi terkenal sebagai
dokter. Karena itu, ia memimpin rumah sakit di Rayy ketika Mansur ibn Ishaq ibn
Ahmad ibn Asad menjadi Gubernur Rayy dari tahun 290-296 H/902-908 M. Al-Razi
adalah orang yang murah hati, sayang kepada pasiennya. Ia selalu menggunakan
waktunya untuk menulis dan belajar yang membuat penglihatannya berangsur-angsur
melemah dan akhirnya menjadi buta. Al-Razi meninggal dunia pada 5 sya’ban 313
H/27 Oktober 925. Al-Razi belajar ilmu kedokteran kepada ‘Ali ibn Rabban
al-Thabari dan ia belajar filsafat kepada al-Balkhi.
Al-Razi di kenal memiliki lawan lawan mengenai teori mereka adalah sebagai
berikut:
1.
Abu al-Qasim al-Balkhi, ia berbeda dengan al-Razi mengenai
waktu.
2.
Syuhaid ibn al-Husain al-Balkhi, ia berbeda dengan al-Razi
mengenai teori kesenangan.
3.
Abu Hatim al-Razi adalah lawan paling penting karena banyak
pendapat-pendapat al-Razi mengenai kenabian dan agama yang di tulis dalam buku
A’lam al-Nubuwwah.
4.
Ibn Tammar, ia memilki perbedaan dengan al-Razi mengenai teori
materi dan atmosfir bawah tanah.
Ahmad ibn al-Thayyib al-Sarakhsi, beliau adalah senior al-Razi yang
bertentangan mengenai rasa pahit.
Buku-buku al-Razi sangat banyak . Dia bahkan mempersiapkan katalog untuk
buku-buku yang di tulisnya. Yang di temukan: 118 buku, 19 surat, 4 buku, 6
surat, dan satu maqalah, jumlah seluruhnya 148 buah.
Buku buku tersebut di kelompokkan sebagai berikut: a) tentang ilmu kedokteran,
b) ilmu fisika, c) logika, d) matematika dan astronomi, e) komentar, ringkasan,
dan ikhtisar, f) filsafat dan ilmu pengetahuan hipotesa, g) metafisika, h)
teologi, i) alkimia, j) atheisme, k) campuran. Tentang buku-buku filsafat, di
antaranya:
1. Al-
Tibb al-Ruhani
2. Al-Shirat
3. Amarat
Iqbal al-Daulah
4. Kitab
al-Ladzdzah
5. Kitab
al-Ilm al-Ilahi
6. Maqalah
fi ma ba’d al-Tabi’ah
Al-Syukuk ‘ala Proclus
Filsafatnya antara
lain :
1. Metode
Al-Razi adalah seorang rasional murni. Ia mempercayai hanya akal, di bidang
kedokteran, studi klinis yang dilakukannya telah menghasilkan metode yang kuat
tentang penemuan yang berpijak pada observasi dan eksperimen.
2. Metafisika
untuk memulai menerangkan metafisika al-Razi, pertama harus melalui risalah
kecil tentangnya: Maqalah li Abi Bakr Muhammad Ibn Zakariya al-Razi fi
ma ba’d al-Tabi’ah.
Tampaknya pengarang ingin menolak semua ajaran nyang beranggapan bahwa alam
adalah prinsip gerak dan penciptaan, dengan menunjukkkan
kontradiksi-kontradiksi ajaran-ajaran itu. Menurt Al-Razy ada 5 kekalan
menurutnya yaitu Tuhan, Ruh, Materi, Ruang, Waktu.
Al-Razi adalah seorang yang bertuhan tetapi ia tidak mempercayai wahyu dan
kenabian. Al-Razi membantah kenabian dengan alasan sebagai berikut :
·
Akal sudah memadai untuk membedakan antara yang baik dan yang
jahat, yang berguna dan tidak berguna.
·
Tiada pembenaran bagi pengistimewaan beberapa orang untuk
membimbing semua orang.
·
Para nabi saling bertentangan.
Ia memberikan
alasan berikut untuk pengikatan manusia kepada agama :
a. Meniru
dan kebiasaan
b. Kekuasaan
ulama yang mengabdi negara
c. Manifestasi
lahiriah agama, upacara-upacara, dan peribadatan yang mempengaruhi mereka yang
sederhana dan naif.
3. Filsafat Moral
Filsafat moral al-Razi terdapat hanya dalam karyanya: al Tibbal-Ruhani dan al-Shirat
al-Falsfiyyah. Ia berpendapat bahwa seorang filosof harus moderat, tidak
terlalu menyendiri, tidak terlalu memperturutkan hawa nafsu.
Di dalam filsafat
moral terdapat hal-hal berikut:
1.
Ada dua batas dalam hidup ini, batas tertinggi dan batas
terendah.
2.
Batas tertinggi adalah batas yang tidak boleh dilampau oleh para
filosof, yaitu berpantangan dari kesenangan yang dapat diperoleh hanya dengan
melakukan ketakadilan dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akal.
3.
Sedang batas terendah ialah memakan sesuatu yang tidak
membahayakan atau menyebabkan sakit dan memakai pakaian yang cukup untuk
melindungi kulitnya, dan sebagaianya.