TUGAS REPORT 4
FILOSOF ISLAM AL-KINDI
Al-kindi merupakan sosok
yang tidak asing lagi dikalangan umat islam khususnya. Ia adalah filosof muslim
pertama, nama lengkapnya adalah abu yusuf ya`qup ibn ishaq ibn shabbah ibn
imran ibn ismail ibn muhammad ibn al-asy`ats ibn qais al-kindi. Ia lahir pada
tahun185 H/801 M dan wafat 260
H/873 M. Ia adalah filosof
berbangsa Arab dan dipandang sebagai filosof Muslim pertama. Secara etnis,
al-Kindi lahir dari keluarga berdarah Arab yang berasal dari suku Kindah, salah
satu suku besar daerah Jazirah Arab Selatan. Kakeknya,
al-Ash’ats ibn Qais, memeluk islam dan dianggap sebagai salah seorang sahabat
nabi saw,Ayahnya,
Ishaq al-Sabbah, menjadi gubernur Kufah selama kekhalifahan Abbasiyah al-Mahdi
dan al-Rasyid. Kufah adalah pusat kebudayaan islam yang cenderung kepada
studi-studi aqliah. Disinilah Al-Kindi menghapal al-Quran, mempelajari tata
bahasa arab, kesusastraan dan ilmu hitung. Ia juga mempelajari Fiqh dan
kalam.
Al-kindi lebih tertarik
kepada ilmu pengetahuan dan filsafat, oleh karena itu ia menguasai bahasa
yunani dan syria. Menurut Al-Qifti, sang penulis biografi “al-Kindi
menerjemahkan banyak buku filsafat, menjelaskan hal-hal yang pelik, dan
menyaripatikan teori-teori canggih filsafat” Namun, kemahsyuran al-kindi
tentang pengetahuannya sama dengan kemahsyurannya akan kekikirannya. Keburukan
al-kindi ini digambarkan dalam karikatur al-jahiz dalam bukunya Kitab
al-Bukhala.
Karya
al-kindi berjumlah270 buah yang kebanyakan berupa risalah-risalah pendek.Menurut al-kindi,
filsafat hendaknya diterima sebagai bagian dari kebudayaan islam. Filsafat
merupakan pengetahuan tentang kebenaran. Filosof muslim, percaya bahwa
kebenaran jauh berada di atas pengalaman, bahwa kebenaran itu abadi dialam
dialami.
Al kindi: “filsafat
adalah pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu dalam batas-batas kemampuan
manusia, karena tujuan para filsosof dalam berteori ialah mencapai kebenaran,
dan dalam berpraktek, ialah menyesuaikan dengan kebenarannya.
Al-kindi: “teori dan
praktek merupakan awal kebajikan. Masing-masing dibagi menjadi fisika,
matematika dan teologi. Praktek dibagi menjadi bimbingan diri, keluarga dan
masyarakat.
Ibn Nabatah dari
Al-kindi: “ilmu-ilmu filsafat terdiri atas tiga hal, pertama, pengajaran
(ta’lim), yaitu matematika yang bersifat mengantar; kedua, ilmu alam, yang
bersifat terakhir dan ketiga ilmu agama yang bersifat paling tinggi.
Al-kindi mengarahkan
filsafat muslim ke arah kesesuaian antara filsafat dan agama. Filsafat
berlandaskan akal pikiran, sedang agama berdasarkan wahyu. Keselarasan antara
filsafat dan agama didasarkan antara 3 alasan:
1.
ilmu agama merupakan bagian dari filsafat
2. wahyu
yang diturunkan kepada nabi dan kebenaran filsafat saling bersesuaian
3. menuntut
ilmu, secara logika, diperintahkan dalam agama.
Filsafat merupakan
pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu, dan ini mengandung teologi
(al-rububiyyah), ilmu tauhid, etika, dan seluruh ilmu pengetahuan yang
bermanfaat. Al-kindi membedakan secara tajam agama dan filsafat dalam risalah
“jumlah karya aristoteles”:
1. kedudukan teologi lebih
tinggi dari filsafat
2. agama merupakan ilmu
ilahiah, sedang filsafat merupakan ilmu insani
3. jalur agama adalah
keimanan sedang jalur filsafat adalah akal
4. pengetahuan nabi
diperoleh langsung melalui wahyu, sedangkan pengetahuan filosof diperoleh
melalui logika dan pemaparan.
Namun, al-kindi telah
membuka pintu bagi penafsiran filosofis terhadap al-quran, sehingga menciptakan
persesuaian antara agama dan filsafat dalam karangannya the wordship of primum
mobile:
1. sujud dalam shalat
2. kepatuhan
3. perubahan dari ketidaksempurnaan menjadi sempurna
4. mengikuti aturan secara ikhlas
Kesimpulannya, al-kindi adalah filosof pertama
dalam islam yang menyelaraskan antara filsafat dan agama, ia memberikan dua
pandangan berbeda yaitu mengikuti jalur ahli logika dan memilsafatkan agama dan
memandang agama sebagai ilmu ilahiah dan menempatkannya diatas filsafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar